![]() harje December 21st Male Wonosobo ************************ ![]() my Profile
|
![]() ![]() LINK WEB mail.yahoo klub-Mentari http://den/ areev.blogdrive.com |
...dan kupun mencoba tersenyum dalam setiap langkah yg telah kuambil mencoba merenungi pada setiap arah mata ini menjatuhkan pandangannya adakah yang salah..? Ya Alloh..Engkaulah yang Maha Tahu... dengan semua yang terjadi... dengan apa yang ada di hati ini dengan duka yang di alami.... Ya Alloh .... 23 hari lagi.... tapi apa yang terjadi di hati ini...... Ya Allloh.... kucoba untuk mengikuti skenarioMu krn ku menganggap inilah skenarioMU krn ku memang tak tahu.... hati.... siapa yang berkuasa... Engkaulah yang berkuasa dan menggenggam hati ini kusendiri tiada berdaya....
Menjadi Matahari Seorang wanita bertanya pada seorang pria tentang cinta dan harapan. Wanita berkata ingin menjadi bunga terindah di dunia dan pria berkata ingin menjadi matahari. Wanita tidak mengerti kenapa pria ingin jadi matahari, bukan kupu kupu atau kumbang yang bisa terus menemani bunga. Wanita berkata ingin menjadi rembulan dan pria berkata ingin tetap menjadi matahari. Wanita semakin bingung karena matahari dan bulan tidak bisa bertemu, tetapi pria ingin tetap jadi matahari. Wanita berkata ingin menjadi Wanita tersenyum pahit dan kecewa. Wanita sudah berubah 3x namun pria tetap keras kepala ingin jadi matahari tanpa mau ikut berubah bersama wanita. Maka wanita pun pergi dan tak pernah lagi kembali tanpa pernah tahu alasan kenapa pria tetap menjadi matahari. Pria merenung sendiri dan menatap matahari.
taken from milist
Ijinkanlah Kemarin...kita mungkin tak bertegur sapa kemarin kita saling menghindar,saling mencari kesibukan Yach karena ada satu titik noda dihati kita.. Karena ada ketidakikhlasan kita menjalin ukhuwah.. Aku malu pada diriku sendiri..punya hak apa aku memintamu.. Ach..smoga belum terlambat buatku merengkuhmu kembali.. Kuminta kau kembali..menjalin ukhuwah bersamaku.. Yang mungkin kan lebih abadi..yang tiada tersisa noda disana yang tiadakan pernah membuat kita terluka..izinkan aku.. izinkan aku...maafkan kekhilafan hatiku..maafkan aku.. maafkan kecerobohanku..tiada pandai kujaga lisanku.. warna sahabat "Andai saja aku boleh meminta, aku ingin persahabatan ini abadi selamanya. Seperti kuncup bunga mawar yang akan siap merekah indah. Ataupun seperti melati yang akan selalu mewangi.
TITIP DOA Cinta yang sederhana.. Tak terdefinisi, Namun ia ada, untuk memberi arti hidup, Memberi makna pada taburan hari.. Sahabatku.. aku percaya, Bahwa di dunia ini tak ada yang sia-sia. Semua punya takaran, semua ada hitungan.. Sahabatku.. Bagaimana definisi cinta bagimu, Bagaimana irisan hati yang tercabik dalam jerat duniawi, Kau tahu, kita sama-sama tahu.. Tapi kerdil rasanya jika aku menghakimi, Diri ini juga jauh dari sempurna.. Aku sayang dan mencintaimu sebagaimana adanya Yang bagai sebuah bangunan jika satu sakit yg lain akan sakit, Jika yg satu lengah, yang lain menguatkan.. Itulah indahnya Ukhuwah dalam Islam.. Maka, ku titip doa dalam bilangan senja, Ku hadirkan wajah pada doa Rabithah, Karena hadirnya kita takkan berarti tanpa mereka, Karena c i n t a, kan selalu punya definisi indahnya, Jika karena DIA dan hanya untuk-Nya.. *untuk sahabatku.. lembaran itu takkan pernah usang.. ada cinta hakiki yang tengah bersiap menjemput.. Bersabarlah, krn hidup di dunia hanya sementara, hanya bilangan hari dibanding akhirat yang kekal.. -- “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu cinta-Mu dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu dan aku memohon kepadaMu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cintaMu” (doa Nabi Daud Alayhissalam)taken and editing from Nailah asegaf note
Sahabat Teringat dengan sebuah pesan
pendek yang masih tersimpan di Hp jadulku: Ya 4W1, jaga sahabat dakwahQ,
kokohkan hatinya dengan kesabaran kepadaMu, gembirakan hatinya dengan surgaMu,
sinari hatinya dengan nurMU yang tak pernah pudar. Keep istiqomah !. slamat
jalan. 13:31:59. 06-082006. Dari : 08522935xxxx Dikirim oleh sahabatku saat ku
sedang menunggu keberangkatanku ke Banten di Pul Bus Rosalia di Palur. Sahabatku… sungguh indah ketika
ku ingat masa itu. Masa kebersamaan dalam naungan cinta kepada Alloh. Sebuah
pesan istiqomah untuk saudaranya yang akan berpisah. Sebuah ingatan yang
membawaku kembali dalam suatu masa indah di kampus dalam naungan ukhuwah di
jalan dakwah. Sahabatku … perjalanan waktu ini
telah mengubah semuanya. Ketika harapan dan impian, ketika daun-daun berganti,
ketika musim berganti musim yang berbeda bahkan kembali lagi, ketika
keistikomahan kemudian terkikis sedikit demi sedikit tanpa tersadar hingga
mengubah segalanya, terjatuhlah diri kita dalam suatu masa dan peristiwa yang
tiada pernah kita bayangkan, tiada pernah kita sukai, dan semua melenekan
hati-hati yang telah terkotori, hingga sampailah di ujung tanduk dan hancurlah
semuanya. Sahabatku… ku berharap saat itu
kita perbaiki kembali jalan yang telah menyimpang ke jalan yang lurus. Menata
kembali serpihan-serpihan kebaikan yang sempat terkoyak. Tapi ternyata kau
punya pilihan lain sahabatku, saat kau akhirnya memilih jalan yang berbeda tapi
bukan untuk kembali sahabatku, karena hakekatnya kau masih menempuh jalan yang
sama meskipun berbeda. Sahabatku … ku tak pernah
mencari informasi tentangmu, tapi semua tanpa sengaja ku ketahui entah itu dari
mana sumbernya. Meskipun kau sempat memprotes “ untuk apa kau campuri
urusanku”. Sahabatku.. bukan untuk mencampuri urusanmu, tapi karena mungkin aku
masih peduli dengan seseorang yang pernah menjadi sahabatku, meskipun kau tidak
pernah mau lagi mengakuinya. Sahabatku… Terimakasih untuk semuanya… Terimakasih atas cinta yang
pernah kau berikan Dengan demikian ku bias mencinta
semua orang yang ,memerlukan cinta Terima kasih atas penghiantan
yang pernah kau lakukan Dengan demikian ku tahu betapa
sakitnya di hianati Dengan demikian ku berusaha
untuk tidak menghianati orang lain karena ku tahu sangan menyakitkan Terimaksih atas janji yang kau
abaikan.. Dengan demikian ku akan berusaha
untuk menepati janjiku pada orang lain, karena ku tahu betapa sakitnya janji
yang diabaikan.. Sahabtku …. Ku berharap kau menjadi semakin
baik setelah peristiwa demi peristiwa yang mungkin tidak mengenakkan itu, bukan
malah sebaliknya terlena dengan sesuatu yang belum tentu akan menjadi milikmu.
Bukankah syariat tetap membatasi? Cukuplah jatuh sekali, jangan mengulangi
jatuh pada tempat yang sama. Bukankah kita orang yang terpelajar?, orang yang tahu
hukum?bukankah sejak SMA kau telah bergabung dalam barisan ini bersama
orang-orang yang sejak awal berkomitmen dengan kebaikan. Sungguh ironi jadinya
sahabat. Ku masih ingat sms Mengenalmu adalah anugrah Mencintaimu karenaNya rahmat Berjuang denganmu adalah nikmat Jazakalloh atas ukhuwah yang mas
berikan Moga Allohpun mencintaimu … karena mas mencintaiku karenaNya. ( 04.50, 14 Desember 2005. Dari nomor 08154830xxxx) Kini bangunan ukhuwah itu tidak
tahu perginya kemana dari hati kita. Mungkin hati kita yang telah kotor
sehingga tiada lagi ukhuwah itu. Tiada lagi arti teguran dari saudara kita,
malah di anggapnya orang yang iri dan tidak suka. Sahabatku… Semoga Alloh selalu
menjagaMu…Amin
dalam perjalanan Dalam perjalanan Bis Mulya Jogja-purworejo….
Mengalun sebuah lagu dari seorang pengamen yg berdiri dekat tempatku duduk
Separuh jiwaku pergi Memang indah semua Tapi berakhir luka Kau main hati Dengan sadarmu Kau tinggal aku benarku mencintaimu Tapi tak begini kau hianati hati ini Kau curangi aku Benarku mencintaimu Tapi tak begini kau hianati hati ini Kau curangi aku
Kau dustakan semua yg kita bina, kau hancurkan semua Benarku mencintaimu, tp tak begini kau hianati hati ini
Lagu atau pengalaman pribadi ya ? pengalaman siapa hayo ngaku Terkadang lagu dibuat dari sebuah pengalaman atau kisah hidup seseorang baik diri sendiri atau orang lain Tapi ada juga yang hanya sebatas imajinasi dan kreatifitas. Sepertinya lagu ini merupakan pengalaman pribadi Seperti halnya yang dialami teman seorang hamba Alloh yang hilaf @ perjalan Jogja-Purworejo, 30 desember 2009. Dalam perenungan sebuah memoar yang menimpa jiwaku yang rapuh JOGJA NEVER ENDING Ketika ku kembali singgah di Mushola ini kembali ingatanku kembali ke masa yang telah lalu. Tempat kau menungguku dan tempatku menunggumu… Adeku…semua masih jelas di pelupuk mata ini, semua jelas dalam ingatan ini. Pernah sangat lama ku menunggumu, tapi pernah juga kau lama termangu menungguku. Dah berapa kali kita bertemu disini? Disini di ujung terminal Mushola ini, pernah ku ditanya penjaga mushola " Nungguin siapa Mas?" nunggu ade jawabku Saat mataku menatab dengan cemas tiap bis yang datang dari arah solo Adakah engkau di dalamnya Sampai dimanakah dirimu Di ujung terminal Mushola ini Pernah kita duduk menunggu pagi Bersama dalam cerita tentang malam yang semakin gelap Tentang harapan yang tak kunjung datang Tentang mimpi terbang di atas awan Di unung terminal Mushola ini.. Tiada pernah ada kata perpisahan terucap Semua berlalu begitu saja Dalam perpisahan dan perceraian Saat kau pergi tanpa menoleh Tiada kembali dan tiada peduli Kupun hanya diam tanpa kata Tiada mampu ku cegah Tiada mampu ku berteriak KEMBALILAH sang bintang di ujung timur @ Mushala Terminal Giwangan Jogja.13.33 (saat pulang dari solo hari itu tanggal 30 Desember 2009) untuk sebuah memoar yang tak pernah kunjung padam dan tak pernah berakhir, Jogja is never ending. suara Teringat dengan sebuah status seseorng di facebook yang kurang lebih seperti ini Kedholiman yang pernah kita lakukan mungkin akan dapat hilang dan termaafkan. Tapi kita tidak akan pernah bisa memutar waktu untuk kembali, kita tidak bisa mengembalikan luka pulih seperti sedia kala.
Ada satu lagi temanku yang curhat kemarin waktu saya ke solo, dia bilang “ Jon ku lagi pusing memecahkan suatu masalah” di sisi lain saya tidak mau mengecewakan orang mempercayai saya di sisi lain ada pertimbangan lain juga yang tidak mudah. Ku tidak mau mengecewakan orang-orang yang selma ini menaruh hjarapan dan kepercayaan kepada saya. Karena kalau kita menyecewakan orang, pada kondisi-kondisi tertentu kita akan tetap selalu ingat. Apa lagi orang yang saya buat kecewa akan lebih ingat lagi.
Teman itu juga bilang” saya kini bisa baik dan menjadi orang baik, bukan semata-mata karena diri saya sendiri. Tapi karena mereka orang-orang disekitarku yang membuatku jadi orang baik. Doa-doa mereka, perjuangan mereka, keikhlasan mereka membimbingku tanpa mengaharap apapun dari saya. Dan sungguh sangat dholin jika saya sampai membuat kecewa mereka.
Ku hanya mendengarkan saja curhat temanku, karena ia memang tidak meminta masukan, tapi ia cenderung curhat. Karena dah bisa memilah-milah konsekuensi pilihan-pilihan jika ia mengambil salah satunya.
Sahabatku.. hidup memang banyak pilihan-pilihan, dan hendaklah kita mengamabil pilihan-pilihan itu secara bijaksana dan meminimalisir mengecewakan orang-orang yang mencintai kita dengan alasan yang bijak dan tidak menyakitkan.
@ Masjid syukur Jebres Solo. Inspirasi dari curhat sahabatku, 29 Desember 2009
Mendung Awan tidak akan pernah menggumpal menjadi karang Ia hanya menghitam dan pekat Bergemuruh bersamai badai, hujan dan petir Awan hanyalah awan.. Bisa indah di pandang di langit Bisa hitam gelap menakutkan bak raksasa Awanlah yang menjadi penghalang cahaya Menjadi tabir penutup matahari Cahaya itu tidak pernah sampai kepada Bumi Terserap hilang sang awan hitam Kau menjadi pembunuh Seperti senyummu yang membunuh jiwaku Seperti katamu yang membunuh hatiku Semua karena awan-awan dosa yang telah menutup dan menghitam di permukaan hati Menjadi penghalang cahaya kebenaran Menjadi penghalang cahaya kesucian @Solo Banjar sari, 29 Desember 2009. Teruntuk jiwaku dan juga jiwa-jiwa yang tertutup awan nan mendung
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||